Akses UHC di Sukabumi Terhambat Tunggakan Pemda, DPRD Beri Respon

- Admin

Sabtu, 4 Mei 2024

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Plarapost.com – Komisi IV DPRD Kabupaten Sukabumi menanggapi kekhawatiran masyarakat terkait pencabutan program Universal Health Coverage (UHC) oleh BPJS Kesehatan. Program UHC yang memberikan kemudahan layanan kesehatan bagi masyarakat tersebut dicabut karena tunggakan pembayaran dari pemerintah daerah.

Ketua Komisi IV DPRD Kabupaten Sukabumi, Hera Iskandar, menjelaskan bahwa pencabutan UHC akan berdampak signifikan bagi masyarakat, terutama kalangan menengah ke bawah. Hal ini karena program ini belum dibayarkan oleh pemerintah daerah.

Hera menambahkan bahwa tunggakan tersebut membuat UHC tidak dapat kembali digunakan. Ia mempertanyakan apakah pemerintah daerah akan menyelesaikan tunggakan untuk 85.000 peserta yang belum dibayarkan, atau menertibkan program dengan mencoret peserta yang mampu.

“BPJS meminta 75% dari seluruh masyarakat Kabupaten Sukabumi untuk ikut program ini. Saat ini, baru 71% yang terdaftar. Dulu, untuk mendapatkan program UHC tidak mudah. Pemerintah daerah dan DPRD bekerja keras selama 2 tahun untuk mendapatkan sertifikatnya, karena program ini sangat berharga,” ujar Hera.

Hera mengimbau rumah sakit untuk tidak memasang pengumuman yang menyatakan bahwa masyarakat tidak lagi ditanggung oleh BPJS. Ia menegaskan bahwa pemerintah daerah tetap menjamin layanan kesehatan bagi masyarakat.

Namun, jika masyarakat yang belum memiliki BPJS saat ini sakit, prosesnya akan lebih lama dibandingkan sebelumnya. “Dulu, sehari selesai. Sekarang, harus menunggu satu bulan,” terang Hera.

Hera berharap solusi terbaik dapat segera ditemukan agar program UHC dapat kembali diakses oleh masyarakat Kabupaten Sukabumi. Hal ini tentunya penting untuk memastikan masyarakat mendapatkan layanan kesehatan yang berkualitas dengan mudah dan terjangkau.

Pencabutan UHC ini menjadi sorotan penting terkait pengelolaan program kesehatan di Kabupaten Sukabumi. Diharapkan pemerintah daerah dapat menyelesaikan tunggakan pembayaran dan mengambil langkah-langkah yang tepat agar program UHC dapat kembali berjalan dengan optimal.***

Berita Terkait

Rakor Kepala Daerah Se Provinsi Jabar, Bahas Realisasi Anggaran Dan Investasi
Desa Cimanggu Terima Bantuan Provinsi untuk Rehabilitasi Atap Kantor Desa
Meriahnya Pawai Obor 10 Muharram 1446 Hijriah di Desa Buniwangi Palabuhanratu, Kades: Pererat Tali Silaturahmi Antarwarga
Pemdes Sampora Gelar Peringatan Hari Besar Islam, Perkuat Silaturahmi dan Kepedulian Sosial
Serap Anggaran Banprov Rp130 Juta, Pemdes Buniwangi Palabuhanratu Revitalisasi Kantor Pelayanan
Jalan Mulus, Ekonomi Lancar: Pemdes Cirendang Sulap Dana Desa Jadi Aspal
Kepala Desa Gandasoli Turun Tangan, Bersihkan Jalan Lingkungan Bersama Warga dan Babinsa
DPRD Sukabumi Dorong Pemulihan Status UHC dan Perbaikan DTKS dalam Forum Kemitraan Faskes 2024

Berita Terkait

Jumat, 19 Juli 2024 - 20:00 WIB

Rakor Kepala Daerah Se Provinsi Jabar, Bahas Realisasi Anggaran Dan Investasi

Rabu, 17 Juli 2024 - 22:26 WIB

Desa Cimanggu Terima Bantuan Provinsi untuk Rehabilitasi Atap Kantor Desa

Selasa, 16 Juli 2024 - 21:40 WIB

Meriahnya Pawai Obor 10 Muharram 1446 Hijriah di Desa Buniwangi Palabuhanratu, Kades: Pererat Tali Silaturahmi Antarwarga

Minggu, 14 Juli 2024 - 22:54 WIB

Pemdes Sampora Gelar Peringatan Hari Besar Islam, Perkuat Silaturahmi dan Kepedulian Sosial

Jumat, 12 Juli 2024 - 22:41 WIB

Serap Anggaran Banprov Rp130 Juta, Pemdes Buniwangi Palabuhanratu Revitalisasi Kantor Pelayanan

Sabtu, 15 Juni 2024 - 16:20 WIB

Kepala Desa Gandasoli Turun Tangan, Bersihkan Jalan Lingkungan Bersama Warga dan Babinsa

Jumat, 14 Juni 2024 - 19:21 WIB

DPRD Sukabumi Dorong Pemulihan Status UHC dan Perbaikan DTKS dalam Forum Kemitraan Faskes 2024

Rabu, 12 Juni 2024 - 19:12 WIB

Komisi I DPRD Kabupaten Sukabumi Bahas Polemik Lahan Warungkiara, Libatkan Berbagai Pihak Terkait

Berita Terbaru